Menu Click to open Menus
HOME » LAHATAKTUAL » SEKELUMIT KISAH PARA SANTRI PENGEJAR CITA CITA DI AL – BAROKAH BUKIT ASAM.

SEKELUMIT KISAH PARA SANTRI PENGEJAR CITA CITA DI AL – BAROKAH BUKIT ASAM.

Maret 20, 2021 5:29 pm | Published by | No comment

Muara Enim
lahataktual.com

Ada benarnya sebuah pepatah, Tidak ada keberhasilan tanpa perjuangan yang keras dan Kebiasaan akan menjadi kebutuhan.

Ketika langit masih gelap dan ayam belum berkokok, Asrun Saputra harus melawan rasa kantuk dan bersiap untuk mengawali harinya.

Dia membasuh wajah dan mandi dengan air yang bikin tubuh seakan membeku. Namun ia dan kawan-kawannya tidak merasakan itu. ia mesti berlomba agar tak terlambat untuk menunaikan ibadah salat Subuh, yang ia rutin lakukan setiap hari penuh keikhlasan.

Awalnya, Asrun memang tidak terbiasa dengan keadaan itu. Tapi setelah ia tinggal di Panti Asuh Al-Barokah Bukit Asam , Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan itu seperti jadwal kebutuhan yang harus ia lakukan.

” Dalam hati ini, sempat menangis sedih, merasa sangat berat hati hidup jauh dari ibu, aku disini sendiri, ibu juga tinggal sendirian di Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan ” Tutur Asrun menceritakan masa-masa awal kehidupannya di Panti.

Seiring perjalanan waktu, Lambat laun, rasa sedih itu berobah menjadi semangat untuk terus mengejar mimpinya.

Saat ini, Asrun sudah fokus untuk menimba ilmu di Panti itu, dengan tujuan buat membahagiakan orangtua nya yang berada di kampung.

Apalagi, di Panti Asuh Al Barokah ia juga bertemu dengan teman-teman sebaya yang saling berlomba dalam ibadah maupun belajar.

” Rutinitas seperti mengaji dan menghafal Al-Quran saya tekuni, hingga kini ia telah hafal luar kepala juz terakhir dari kitab Quran ” Terangnya.

” Sekarang baru kurasakan bahwa keputusan keluarga untuk menitipkan saya di Panti Asuh sangatlah tepat. Disini aku menemukan polisi masa depan, disini aku terus mengejar mimpi ” Ujar Asrun mengakhiri percakapannya.

Pengalaman serupa juga diceritakan Laras Setianda, (16th), warga Desa Banuayu Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara Enim, Sumsel.

Laras yang masih bersekolah di SMA Islam Terpadu Muara Enim mengaku sempat kaget saat awal bergabung di panti asuh Juni 2020 lalu. ia juga tidak terbiasa dengan kehidupan seperti di Panti Asuh. ia bukan cuma tidak terbiasa bangun subuh, tapi dengan rutinitas di Panti Asuh, baginya sangat asing sekali.

“ Setiap pagi. pagi sekali, kami harus selalu sudah siap berbaris rapi di halaman depan gedung tempat belajar. Ustadz dan ustadzah yang baik – baik mulai mengecek kesiapan kami sebelum menuju masjid untuk salat subuh berjamaah, ” kenang Laras.

” Saat ini, sebelum adzan setiap datang waktu salat sudah menjadi kebutuhan yang menyenangkan. Bahkan salat malam dan tahajud pun  sudah menjadi rutinitas bagi ku ” Tutur Laras

Untuk diketahui bahwa Laras merupakan salah satu santri yang berprestasi di Panti Asuh Al-Barokah Bukit Asam , Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan.

Laras, selain hafalan Qur’an-nya yang semakin bertambah, ia juga menjadi juara di sejumlah perlombaan seperti marawis, pidato, azan, murotal, tahfidz, hingga membuat film dokumenter bertema melawan pandemi Covid-19.

” Saya berjanji akan berbuat yang terbaik untuk membanggakan orang tua ku yang telah mempercayakan ku belajar di Panti Asuh Al Barokah, dengan terus menorehkan prestasi dan mencari ilmu sebanyak – banyaknya serta lebih rajin beribadah ” Ujarnya kepada Tim Bukit Asam Expose, Selasa (16/03/2021).

Laras mengutarakan cita – citanya untuk menjadi seorang multi billingual atau menguasai bermacam – macam bahasa yang bisa dijadikan bekalnya untuk menjadi diplomat.

Sementara itu Pengasuh Panti Asuh Al Barokah, Ustadz Badru Sallam yang sempat dibincangi Tim Bukit Asam Expose, menceritakan bahwa
sejak berdiri 18 Juni 2018 yang lalu hingga kini. Jumlah santri di Panti Asuh Al Barokah sudah berjumlah 99 orang.

” Para santri itu terdiri dari 33 santri pria dan 66 santri putri yang berasal dari 22 Kecamatan di Kabupaten Muara Enim, Kabupaten/Kota di Sumsel dan unit – unit PT Bukit Asam Tbk (PTBA) seperti Palembang dan Padang serta khususnya berasal dari ring 1 PTBA ” Terangnya.

Ustadz Badru mengatakan bahwa PT Bukit Asam mendirikan Panti Asuh Al Barokah ini adalah bukti kepedulian perusahaan terhadap yatim piatu dan dhuafa untuk menjadi generasi muda berpotensi di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.

” Bersama 10 orang pengasuh lainnya, Panti Asuh Al Barokah menerapkan kurikulum pendidikan tahfiz dan umum dari SD, SMP dan SMA ” Ungkapnya.

” Membekali santri dengan kurikulum dan disiplin tinggi, harapannya setelah lulus nanti dan ketika santri kembali ke masyarakat ada bekal keagamaan, wawasan, akhlak, budi pekerti yang bisa dibanggakan keluarga dan lingkungannya ” Bebernya.

Lebih lanjut dikatakannya, Panti Asuh Al Barokah menargetkan bisa mendidik hingga 100 santri di 2021 ini.

“Tidak lupa terima kasih kami kepada PT Bukit Asam karena telah berkiprah sebagai perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan, akademi, keagamaan dan sosial. Doa kami semoga PTBA selalu jaya, ” Harap Ustadz Badru.

Senada juga disampaikan Ketua Yayasan Al Barokah Bukit Asam, Mustafa Kamal. Ditambahkannya bahwa Panti Asuh Al Barokah didirikan PTBA sebagai bentuk kepedulian terhadap anak yatim dan dhuafa yang memiliki cita-cita tinggi untuk berbakti kepada agama maupun negeri ini.

Di panti asuh Al Barokah Bukit Asam,
Santri benar-benar diseleksi ketat melalui rekomendasi RT, RW dan desa. Demi memastikan beasiswa berada di tangan yang tepat, yakni yang benar-benar membutuhkan dan berminat menimba ilmu. Walaupun Manajemen PTBA memastikan berapapun santri yang berminat menimbah ilmu di Di panti asuh Al Barokah Bukit Asam akan ditampung.

Kemudian untuk kurikulum keagamaan yang diberikan meliputi tarbiyah ruhiah yakni pendekatan kepada Allah SWT seperti salat fardu, puasa senin kamis, qiyamul lail, hafalan juz Al Quran, tarbiyah fikriah yakni diwajibkan sekolah formal SD, SMP dan SMA dan terakhir tarbiyah jasadiyah yakni badan santri pria dan santri wanita harus sehat dengan diajarkan olahraga voli, bulu tangkis, senam dan karate.

Tidak hanya itu, jelas Mustafa,
di Panti Asuh Al Barokah diajarkan berkebun rosella dan belajar membuat florist serta membuat packaging kopi.

“Harapan kedepan setelah menjadi alumni, santri bisa menjadi kahfiz, RT, RW dan mandiri karena telah diajarkan administrasi dan manajemen,” Tutup Mustafa.(RED)

Tidak Ada Komentar untuk SEKELUMIT KISAH PARA SANTRI PENGEJAR CITA CITA DI AL – BAROKAH BUKIT ASAM.

Tinggalkan Komentar Anda Disini...

22 views