Menu Click to open Menus
TRENDING
HOME » HANGAT » PROYEK REVITALISASI DANAU TANJUNG KURUNG PALI RP 40 MILIAR. TIDAK BERMANFAAT? SIAPA YANG UNTUNG, SIAPA YANG DIRUGIKAN?

PROYEK REVITALISASI DANAU TANJUNG KURUNG PALI RP 40 MILIAR. TIDAK BERMANFAAT? SIAPA YANG UNTUNG, SIAPA YANG DIRUGIKAN?

April 30, 2021 2:12 am | Published by | No comment
Proyek Revitalisasi Danau Desa Tanjing Kurung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2019 Rp 40 Miliar terkesan tidak bermanfaat dan menghambur hamburkan uang negara.

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
lahataktual.com

Untuk diketahui bahwa pada APBD tahun 2019 lalu Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten PALI telah menganggarkan dan merealisasikan proyek REVITALISASI Danau Tanjung Kurung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan.

Seperti yang tertera di papan informasi kegiatan proyek,

Nama Kegiatan : Pembangunan Embung dan Bangunan Penampung Air Lainnya

Paket : Revitalisasi Danau Tanjung Kurung (Kecamatan Abab)

Nomor Kontrak : 094/002/RDTK/SPK/APBD/DPU/V/2019, Tanggal : 22 Mei 2019, Nilai kontrak, Rp 39.415.418.000,,- Sumber Dana : APBD Kabupaten PALI Tahun Anggaran 2019, Penyedia Jasa : PT. CARO KITO, Waktu Pelaksanaan : 22 Mei s/d Desember 2019

Saat ini sudah memasuki tahun 2021. Berarti sudah dua tahun sudah proyek revitalisasi danau di Desa Tanjung Kurung ini dianggap selesai.

Dari hasil investigasi media beberapa kali ke lokasi proyek. Proyek yang sudah menghabiskan uang negara Rp 40 Miliar ini tidak menunjukan hal hal yang istimewa dari keadaan semula sebelum dilaksanakannya proyek ini.

Bahkan seusai pelaksanaan proyek ini, justru menjadi keluhan warga setempat. yang mana selama ini, sebelumnyax dilokasi proyek ini merupakan lokasi warga setempat untuk mencari ikan. Namun saat ini, dengan adanya proyek ini warga setempat mala kesulitan mendapatkan ikan.

Menurut warga setempat, yang berhasil ditemui media ini. Proyek Rp.40.Miliar sejauh ini belum menimbulkan dampak positif bagi warga setenpat. Bahkan terkesan mubazir dan cuma menghambur hamburkan uang negara saja.Apalagi keberadaan proyek ini bukan atas dasar usulan warga setempat.

Salah satunya sebagaimana di ungkapkan Irwan (35th) warga Desa Tanjung Kurung Kecamatan Abab Kabupaten PALI, yang sehari harinya mengantungkan hidup dengan mencari ikan (nelayan) di sungai tersebut.

Dirinya, turun temurun mencari ikan disungai tersebut. Saat ini setelah ada revitalisasi danau itu, dirinya merasa sangat di rugikan karena semenjak sungai tersebut di gali malah susah mencari ikan dikarenakan di sekeliling sungai di tutupi dan dipagari oleh timbunan tanah liat. Ikan tidak ada lagi tempat berlindung.

” Bagi kami yang kesehariannya mengantungkan hidup sebagai nelayan mencari ikan, justru kami di rugikan karena semenjak sungai ini di timbun hampir tidak ada lagi hasil ikan yang kami dapat kan ” keluhnya

Sambungnya lagi, dirinya sebagai masyarakat juga tidak mengetahui untuk apa proyek tersebut dan sepengetahuannya tidak perna ada usulan dari masyarakat setempat untuk pembangunan proyek tersebut, justru kami jika malah merasa di rugikan karena ke aslian sungai daerah kami menjadi rusak dan banyak ikan yang mati semenjak di gali nya sungai ini.

Masih kata Irwan, untuk diketahui dari zaman nenek moyang mereka dahulu sungai tersebut selama ini  menjadi jalan transportasi air untuk warga yang kesehariannya sebagai petani karet yang kebunnya ada jalan untuk diseberang sungai. Tapi saat ini warga jadi susah dan kesulitan menyeberangi sungai dan membawa hasil karetnya karena ada timbunan tanah galian tanah proyek yang menutupi akses jalur yang biasanya dilintasi perahu warga yang ingin pergi ke kebun,

” Semenjak sungai ini di gali dan di kelilingi timbunan tanah liat warga jadi kesulitan mencari ikan dan pulang pergi ke kebun, karena banyak akses jalan yang di tutupi tanah liat. Intinya kami sangat merasa di rugikan dengan adanya proyek ini. Tidak tahu siapa yang untung dari proyek ini ” Pungkasnya

Sementara itu, terkait proyek yang tidak bermanfaat bagi warga ini. Deputy MAKI Sumsel, Ir.Feri Kurniawan  mengatakan bahwa pelaksanaan proyek ini terkesan menunjukan kalau Manajemen kinerja Pemerintahan di Kabupaten PALI tidak berbasis ilmu pengetahuan sehingga mengakibatkan dampak buruk bagi masyarakat. Disini juga menunjukan kalau tata kelolah pembangunan di Kabupaten PALI tidak mempelajari kultur budaya dan kebiasaan masyarakat setempat.

” Proyek Rp 40 Mikiar ini juga terkesan tidak mengedepankan azaz manfaat yang seharusnya menjadi dasar pembangunan yg berbasis azaz tepat guna dan tepat sasaran ” Ujarnya.

”  Proyek ini terkesan di paksakan. Kuat dugaan ada kerugian negara dan ada yang dirugikan di sini ” Tambahnya.

” Oleh karena itu, MAKI Perwakilan Sumatera Selatan akan segera melaporkan adanya dugaan tindak pidana korupsi pada proyek ini karena secara kasat mata terkesan diduga terlampau kemahalan ” Tukasnya. (RED)

Categorised in: , ,

Tidak Ada Komentar untuk PROYEK REVITALISASI DANAU TANJUNG KURUNG PALI RP 40 MILIAR. TIDAK BERMANFAAT? SIAPA YANG UNTUNG, SIAPA YANG DIRUGIKAN?

Tinggalkan Komentar Anda Disini...

131 views