Menu Click to open Menus
TRENDING
HOME » MUARA ENIM » DIPERSIDANGAN,SAKSI SEBUT JUARSAH ADA MENERIMA UANG FEE DALAM KARDUS DAN PAPER BAG

DIPERSIDANGAN,SAKSI SEBUT JUARSAH ADA MENERIMA UANG FEE DALAM KARDUS DAN PAPER BAG

Oktober 7, 2020 6:54 pm | Published by | No comment

Palembang
lahataktual.com

Lanjutan persidangan rangkaian kasus OTT KPK dikabupaten Muara Enim dalam perkara mantan Ketua DPRD Muara Enim Aries HB dan mantan Plt Kepala Dinas PUPR Muara Enim Ramlan Suryadi, di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (06/10/2020)

Dalam persidangan, para saksi yang dihadirkan mengungkap bahwa H Juarsah SH (Plt Bupati Kabupaten Muara Enim) yang saat dugaan kasus ini terjadi sedang menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Muara Enim ikut menerima duit atau uang fee dari
16 paket proyek dana aspirasi DPRD Muara Enim 2019 di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim yang ditempatkan dalam kardus dan paper bag.

Dua saksi yang dihadirkan JPU KPK dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang ini adalah Rizki Ramdeni selaku Kabid Tata Bangunan dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR Muara Enim, serta Hendri Oktariasnyah selaku pegawai honorer di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim.

Dalam kesaksiannya dipersidangan, Rizki Ramdeni mengatakan, sebelum terjadinya OTT KPK dirinya bersama dua temannya sesama pegawai di Dinas PUPR Muara Enim, yakni Ediyansah dan Almarhum Arga diajak oleh A Elvin MZ Muchtar yang saat kasus ini terjadi menjabat sebagai Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan (telah divonis) datang ke rumah Ahmad Yani (Bupati Muara Enim telah divonis) dan Juarsah yang berada di kawasan Pakjo Palembang.

“Saya, Elvin, Ediyansah dan Almarhum Arga mengendarai satu mobil, yang menyetir mobil Almarhum Arga. Ketika itu, Elvin membawa dua kardus berisi duit, tapi kalau untuk jumlah duitnya saya tidak tahu berapa, karena hanya Elvin yang tahu, sebab kami kan hanya diminta menemaninya saja,” Tutur Rizki.

Lanjut Rizki, dari dua kardus berisi uang tersebut untuk kardus yang pertama diantarkan ke rumah Bupati Kabupaten Muara Enim non aktif Ahmad Yani. sedangkan kardus kedua diantarkan ke rumah Wakil Bupati Kabupaten Muara Enim H Juarsah SH, waktu itu.

“Saat itu saya dan Almarhum Arga di suruh Elvin menunggu di mobil saja, sedangkan yang membawa kardus berisi duit ke dalam rumah Ahmad Yani dan Juarsah, yakni Elvin dan Ediyansah,” Terangnya.

Masih kata Rizki, dirinya tidak mengetahui pasti asal uang yang diberikan A Elvin MZ Muchtar kepada Ahmad Yani dan Juarsah. Namun berdasarkan cerita yang didapatkannya dari A Elvin MZ Muchtar, jika uang tersebut terkait fee proyek dari kontraktor bernama Robi Okta Fahlefi.

“Elvin menceritakan itu karena kami kan berteman dan di Dinas PUPR Muara Enim jabatan kami berdua sama-sama Kabid. Sedangkan kalau untuk pemberian duit ke terdakwa Ramlan Suryadi dan Aries HB saya tidak tahu, karena tidak ada Elvin mengajak saya,” Ungkapnya.

Sementara itu, saksi Hendri Oktariasnyah selaku pegawai honorer di Dinas PUPR Muara Enim juga menggatakan kalau dirinya sebagai pegawai honorer didinas PUPR Kabupaten Muara Enim, ia sering diminta oleh A Elvin MZ Muchtar menjadi sopir.

Dalam kasus ini katanya, dirinya juga pernah menemani Elvin mengantarkan paper bag berisi uang untuk terdakwa Ramlan Suryadi dan Wabup saat itu yakni Juarsah.

“Awalnya Elvin mengajak saya ke pinggir jalan dekat salah satu sekolah yang ada di kawasan Pakjo Palembang. Setiba di sana sudah ada Ramlan Suryadi menunggu di dalam mobilnya. Kemudian Elvin turun membawa paper bag berisi uang lalu menyerahkannya kepada Ramlan Suryadi ,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Hendri, setelah itu Elvin kembali naik ke mobil yang dikemudikannya lalu Elvin mengajak ke rumah Juarsah yang masih berada di kawasan Pakjo.

“Setiba di rumah Juarsah, Elvin turun membawa papar bag berisi uang yang sebelumnya telah dipersiapkannya. Setelah itu, Elvin masuk ke dalam rumah dan menyerahkan paper bag tersebut ke Juarsah. Jadi, dalam satu hari saya menemani Elvin menyerahkan paper bag kepada Ramlan Suryadi dan Juarsah ,” Tutup Hendri Oktariasnyah.

Ketua Majelis Hakim Erma Suharti SH MH didampingi Hakim Anggota Abu Hanifah SH MH dan Waslam Makhsid SH MH, Usai mendengarkan ketarangan para saksi menutup persidangan, dan akan kembali membuka sidang pada Selasa 13 Oktober 2020 mendatang

Sementara Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Muhammad Asri Irwan mengatakan, keterangan para saksi yang menyebut kardus dan paper bag berisi uang diberikan kepada Ahmad Yani, Ramlan Suryadi dan Juarsah merupakan uang fee terkait 16 paket proyek dana aspirasi DPRD Muara Enim 2019 di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim yang didapatkan oleh kontraktor Robi Okta Fahlefi.

“Kalau untuk jumlah uangnya nanti akan diungkap oleh saksi lainnya yang kedepan akan kita hadirkan dalam persidangan ini,” ungkapnya.

Dikatakannya, terkait disebutnya nama Juarsah yang menerima kardus dan paper bag berisi uang fee maka pihaknya pasti akan menghadirkan Juarsah dalam persidangan.

“Untuk Juarsah pastinya kami hadirkan di persidangan, apalagi dalam surat dakwaan kami kan juga ada nama Juarsah,” tutup Ketua Tim JPU KPK. (Red)

Sumber : KoranSN,
http://koransn.com/sidang-ott-suap-proyek-bupati-muara-enim-ungkap-duit-di-kardus-paper-bag-untuk-juarsah/5/

Sumber : Transpormasinews
http://www.transformasinews.com/juarsah-terungkap-dalam-sidang-menerima-uang-fee-di-dalam-kardus-dan-paper-bag/

Categorised in: , , ,

Tidak Ada Komentar untuk DIPERSIDANGAN,SAKSI SEBUT JUARSAH ADA MENERIMA UANG FEE DALAM KARDUS DAN PAPER BAG

Tinggalkan Komentar Anda Disini...