Menu Click to open Menus
TRENDING
HOME » PALEMBANG » SETELAH DITEGUR MENDAGRI, AKHIRNYA SUMSEL CAIRKAN DANA INTENSIF NAKES

SETELAH DITEGUR MENDAGRI, AKHIRNYA SUMSEL CAIRKAN DANA INTENSIF NAKES

Juli 21, 2021 9:07 pm | Published by | No comment
Foto ilustrasi

Palembang
lahataktual.com

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akhirnya mencairkan dana insentif tenaga kesehatan covid-19 sebesar Rp5,2 miliar yang telah tertunda pembayarannya sejak Januari lalu.

Dana tersebut dicairkan setelah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegur 19 pemerintah daerah termasuk Provinsi Sumatera Selatan karena belum merealisasikan anggaran insentif tenaga kesehatan.

“Insentif nakes sudah clear, sudah saya teken,” ujar Gubernur Sumsel Herman Deru, Senin (19/07/2021).

Sebelumnya Mendagri Tito Karnavian melayangkan surat teguran terhadap 19 pemda termasuk Sumsel karena belum merealisasikan anggaran penangan Covid-19 termasuk insentif tenaga kesehatan.

Kemendagri pun mengancam akan mencopot kepala daerah jika tidak merespons teguran tersebut.
Herman Deru pun menjelaskan bahwa dirinya pun sudah menginstruksikan kepada bupati/wali kota di Sumsel agar lebih optimal menanggulangi covid-19 di Sumsel.

Dia mendorong kepala daerah untuk melakukan refocusing anggaran apabila terjadi lonjakan kasus covid-19 di daerahnya masing-masing.

” Bukan cuma insentif tenaga kesehatan, tapi juga bantuan sosial bagi warga yang terdampak PPKM Mikro. Tambahan bansos ini harus disediakan di luar cadangan bansos reguler,” Kata Herman Deru.

Dijelaskan juga oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Sumsel Trisnawarman berujar, pihaknya telah mencairkan dana insentif sebesar Rp5,2 miliar untuk setidaknya 500 tenaga kesehatan yang ada di Sumsel.

Dana tersebut merupakan insentif bagi para tenaga kesehatan yang menangani covid-19 selama Januari hingga Juni.

” Tidak semua dari Januari, tergantung klaimnya. Ada juga yang dari bulan dua, empat hingga Juni. Kendala kami dalam pencairan tertunda ini karena ada perubahan aturan dari pusat. Kami di provinsi juga menunggu juknis [petunjuk teknis] dari pusat. Selama ini Alhamdulillah tidak ada nakes yang komplain. Kehati-hatian ini diperlukan agar tidak terjadi kesalahan,” ujar Trisnawarman.

Dikatakannya, pihaknya telah menganggarkan insentif tenaga kesehatan penanganan covid-19 hingga Desember 2021. Pihaknya telah menganggarkan Rp50 miliar untuk dana insentif tenaga kesehatan hingga Desember 2021.

Tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan jumlah tenaga kesehatan sehingga jumlah dana insentif yang harus diberikan pun akan bertambah. Hal tersebut akan dibahas lebih lanjut di APBD-Perubahan.

“Ada kemungkinan penambahan nakes, dari APBD-Perubahan bisa ditambah bila anggarannya kurang. Seperti petugas vaksinator pun sekarang ada 1.870 orang, rencananya akan ditambah menjadi lebih dari dua ribu orang setelah selesai mengikuti pelatihan yang sudah kita gelar,” Ungkap dia.

Sebelumnya, terkait masih banyaknya daerah yang belum membayar insentif nakes. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pihaknya bisa memberhentikan kepala daerah jika tidak merespons teguran terkait pembayaran insentif tenaga kesehatan. 

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mochamad Ardian  kepada daerah karena masih minimnya realisasi insentif.

“Jangan dinilai teguran ini sesuatu yang ringan. Dalam UU No. 23 Tahun 2014, teguran bagian dari sanksi. Bahkan setelah beberapa kali ditegur, didalam UU No. 23 Tahun 2013 bisa saja kepala daerah diberhentikan sementara,” kata Ardian dalam acara yang disiarkan Youtube Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Senin (19/07/2021).

Dikatakan Ardian, Hal ini diingatkan kepada daerah yang belum memberikan respons yang baik terhadap teguran yang sebelumnya disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait insentif nakes.

“Untuk kabupaten/kota, data kami ada 410 kepala daerah yang kami tegur. Karena tadi di cut off tanggal 14 Juli 2021, realisasi insentif nakes masih di bawah 25 persen,” Ungkapnya.

Masih menurut Ardian, seharusnya daerah sudah merealisasikan 50 persen insentif untuk nakes pada Juli ini. Meskipun ia memahami rendahnya insentif nakes bukan berarti daerah tidak memberikan apresiasi.

Pada beberapa kasus, ada daerah yang nakesnya tidak banyak menangani kasus covid-19. Sedangkan insentif hanya diberikan kepada tenaga kesehatan yang menangani covid-19.

Ada beberapa daerah yang belanja untuk penanganan covid dan realisasi untuk insentif tenaga kesehatan belum banyak berubah, oleh karena itu, hari ini Sabtu, kami sudah sampaikan surat teguran tertulis,” katanya, Sabtu (17/07/2021.

Berdasarkan data yang disampaikan Tito, 19 provinsi tersebut terdiri dari Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, dan Jawa Barat.

Kemudian DIY, Bali, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara dan Papua (RED)

Sumber : CNN In

Categorised in: ,

Tidak Ada Komentar untuk SETELAH DITEGUR MENDAGRI, AKHIRNYA SUMSEL CAIRKAN DANA INTENSIF NAKES

Tinggalkan Komentar Anda Disini...

9 views