Menu Click to open Menus
TRENDING
HOME » LAHAT » TERUNGKAP TERNYATA  PENGELOLAH PARKIR PTM SERELO LAHAT PT.BIMA PUTRA ABADI CITRANUSA TIDAK MENGANTONGI IZIN

TERUNGKAP TERNYATA  PENGELOLAH PARKIR PTM SERELO LAHAT PT.BIMA PUTRA ABADI CITRANUSA TIDAK MENGANTONGI IZIN

Juli 13, 2020 7:27 pm | Published by | No comment

lahat
lahataktual.com

Imbas dari aksi damai Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Modern (PPPTM) Serelo Kabupaten Lahat yang terjadi pada Kamis (09/07/2020) lalu masih menyisahkan permasalahan.

Palang pintu keluar masuk Pasar Tradisional Modern Serelo Lahat lepas, diketahui setelah 3 hari aksi unjuk rasa. Terakhir diketahui lepasnya palang pintu tersebut berdasarkan rekaman CCTV karena ditabrak becak yang terjebak macet ditengah kerumunan massa. Mungkin karena merasa terganggu dengan keberadaan becak tersebut, sekelompok massa mendorong paksa becak untuk keluar dari pintu keluar dan mengakibatkan lepasnya palang pintu keluar PTM Serelo.

Juga pasca unjuk rasa tersebut, saat ini baik dari pihak Forum Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Modern Serelo maupun dari pihak yang mengaku sebagai pemilik dan pengelola pasar masih sama-sama mempertahankan argumen mereka. Apalagi setelah surat edaran yang dikeluarkan oleh Bapenda menambah polemik baru diantara kedua belah pihak.

Yang mana dalam surat edaran Bapenda tersebut tertulis bahwa Bapenda “MEMINTA” pihak pengelola PTM Square untuk tidak memungut parkir kepada para pedagang, pemilik ruko, penyewa ruko, kios dan lapak yang ada dikawasan pasar tersebut sejak tanggal 10 hingga 16 Juli 2020. Ini artinya Bapenda masih memberikan keleluasaan kepada pengelola untuk memungut biaya parkir kepada pengunjung pasar.

Namun di point 1 surat edaran tersebut Bapenda justru membebaskan pajak kepada pihak pengelola. Itu artinya pendapatan parkir pengelola sama sekai tidak dikenakan pajak dalam tenggang masa tersebut.

Merasa tak puas dengan surat edaran Bapenda, ditambah lagi gejolak massa yang kian memanas, pengurus forum PPPTM mengambil sikap untuk mencari tahu, segera bersilaturahmi ke Dinas Perizinan Kabupaten Lahat. Pada kunjungan tersebut pengurus PPPTM Lahat mempertanyakan prihal izin pengelolaan pasar yang selama ini dikelola oleh PT. Bima Putra Abadi Citranusa.

Sebagaimana yang disampaikan Pendrian Ulung Shakti selaku sektetaris Forum PPPTM, informasi yang didapatinya dari Dinas Perizinan Kabupaten Lahat, terungkap bahwa PT. Bima Putra Abadi Citranusa belum mengantongi izin resmi.

Karena kata dia, logikanya memang tidak mungkin pihak mereka (PT. Bima Putra Abadi Citranusa) bisa mendapatkan izin dikarenakan status kepemilikan bumi dan bangunan saat ini sudah bukan milik Bahar lagi, melainkan sudah terjual ke para pedagang.

“Kami sudah klarifikasi ke Dinas Perizinan, dan ternyata memang PT tersebut tidak mengantongi izin resmi untuk mengelola pasar ” Ungkap Pendrian Ulung Shakti.

Dan bukan hanya itu lanjut Pendrian Ulung Shakti, PT. Bima Putra Abadi Citranusa juga tidak mungkin bisa mendapatkan izin karena status kepemilikan sudah berpindah tangan dari Bahar ke pemilik yang sekarang (pedagang).

Maka itu kata dia, untuk segera meredam masalah ini, pihaknya sudah membuat laporan ke Polres Lahat untuk segera mengusut dan menindak semua oknum yang terlibat dalan kasus pungli ini, baik itu dari masyarakat sipil maupun pihak aparat penegak hukum jika ada yang terlibat.

Secara terpisah, senada juga disampaikan Dodo Arman didampingi oleh Rizal juga selaku pengurus forum. Dodo membenarkan Kalau Pengurus PPPTM sudah mengadukan dan membuat laporan ke Polres Lahat.

” Kita meminta aparat kepolisian bisa segera menangkap dan mengadili semua oknum yang selama ini diduga telah memeras keringat para pedagang ” Ujar Dodo.

Dijelaskan Dodo lagi. bahwa dalam laporan pengaduan mereka tersebut. pihaknya mencantumkan dua belas point yang menjadi dasar tuntutan. Diantaranya adalah Perpres RI nomor 112 tahun 2007, Peraturan Menteri Perdagangan No: 53/M-DAG/PER/12/2008 dan No: 37/M-DAG/PER/5/2017, Permendagri nomor 9 tahun 2009, dan beberapa pasal dalam KUHAP.

Selain itu, Dirinya yang tinggal di pasar PTM Serelo Lahat juga merasakan kalau Suasana Pasar Tradisional Modern Serelo masih terasa mencekam hingga saat ini. Sebagian besar penduduk merasa cemas dan takut untuk berbelanja ke pasar terbesar di Kabupaten Lahat tersebut. Namun sampai saat inI belum terlihat adanya upaya dari Pemerintah Kabupaten Lahat untuk menetralisir kondisi yang ada.

Yang nampak saat ini, setiap malam pihak Kepolisian dari Polres Lahat yang selalu melakulan Patroli di pasar yang yang tak pernah sepi selama 24 jam.

” Semoga pihak Pemerintah Kabupaten Lahat segera mengambil tindakan untuk meredam gejolak massa di PTM serelo sehingga kondisi pasar bisa kembali normal dan”BERCAHAYA ” Tutup Dodo.(RED)

Categorised in: , ,

Tidak Ada Komentar untuk TERUNGKAP TERNYATA  PENGELOLAH PARKIR PTM SERELO LAHAT PT.BIMA PUTRA ABADI CITRANUSA TIDAK MENGANTONGI IZIN

Tinggalkan Komentar Anda Disini...