Menu Click to open Menus
TRENDING
HOME » LAHATAKTUAL » MENDALAMI KASUS OTT KPK DI MUARA ENIM, KPK PERPANJANG PENAHANAN ARIES DAN RAMLAN

MENDALAMI KASUS OTT KPK DI MUARA ENIM, KPK PERPANJANG PENAHANAN ARIES DAN RAMLAN

Juni 24, 2020 4:35 am | Published by | No comment
RS dan AHB tersangka kasus OTT Kabupateb Muara Enim

Jakarta
laharaktual.com

Lantaran tim penyidik masih membutuhkan waktu untuk mengusut tuntas kasus dugaan suap terkait proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim. Termasuk mendalami peran kedua tersangka dalam kasus tersebut. Maka penahanan Ketua DPRD Muara Enim, Aries HB dan Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Ramlan Suryadi diperpanjang selama 30 hari kedepan, terhitung sejak 26 Juni 2020. Dengan demikian, kedua tersangka bakal mendekam di sel tahanan setidaknya hingga 25 Juli 2020 mendatang, masing-masing ditahan di Rumah Tahanan KPK Kavling C1,” kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (22/6/2020)..

“Penyidik melakukan penahanan lanjutan ini antara lain penyidik masih memerlukan waktu untuk kembali mendalami peran masing-masing tersangka dalam dugaan suap proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim September 2019 lalu ” Terang dia.

Penetapan tersangka dan penahanan terhadap Aries dan Ramlan merupakan pengembangan dari kasus suap yang telah menjerat Bupati nonaktif Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM dan Kepala Bidang pembangunan jalan dan PPK Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Elfin Muhtar dan bos PT Enra Sari, Robi Okta Fahlefi.

Kasus yang menjerat Aries dan Ramlan bermula pada awal 2019 silam. Saat itu, Dinas PUPR Pemkab Muara Enim melaksanakan pengadaan pekerjaan fisik berupa pembangunan jalan untuk Tahun Anggaran 2019.

Selain kepada Bupati nonaktif Kabupaten Muara Enim Ahmad Yani yang telah didakwa menerima suap USD 35 ribu, bos Enra Sari, Robi Okta Fahlefi diduga memberikan commitment fee sebesar 5 % dari total nilai proyek kepada pihak-pihak lain untuk dapat menggarap proyek-proyek tersebut.

Robi diduga memberikan uang suap sebesar Rp 3,031miliar dalam kurun waktu Mei hingga Agustus 2019 kepada Aries. Pemberian ini diduga berhubungan dengan commitment fee perolehan Robi Okta Fahlefi atas 16 paket pekerjaan di Kabupaten Muara Enim.

Sementara, Ramlan Suryadi diduga menerima suap dari Robi sebesar Rp 1,115 miliar. Selain itu Robi juga diduga memberikan satu unit telepon genggam merk Samsung Note 10 kepada Ramlan yang diberikan dalam kurun waktu Desember 2018-September 2019. (RED)

Categorised in: , ,

Tidak Ada Komentar untuk MENDALAMI KASUS OTT KPK DI MUARA ENIM, KPK PERPANJANG PENAHANAN ARIES DAN RAMLAN

Tinggalkan Komentar Anda Disini...